
Guru Besar Ilmu Akuntansi Dikukuhkan Bersamaan Dengan Sang Suami
- Posted by SuperAdmin
- Categories Berita
- Date 19 Juli 2023
Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali mengukuhkan guru besar ke-10 di Auditorium Ukuwah Islamiyah, Selasa 18 Juli 2023. Namun dalam pengukuhan kali ini, ada yang terasa unik, karena yang dikukuhkan adalah pasangan suami isteri yang meriah guru besar dalam waktu bersamaan.
Kedua pasangan tersebut adalah Prof Dr Pujiharto (52), dikukuhkan menjadi guru besar bidang Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian dan Prof Dr Sri Wahyuni (53), dikuhkan menjadi guru besar dalam bidang ilmu akuntansi.
Rektor UMP Assoc Prof Dr Jebul Suroso mengatakan, pengukuhan ini merupakan guru besar ke-10. Tahun ini ada tiga yang mendpatkan SK guru besar, atu lagi direncanakan bulan depan. Perencanaan UMP hingga tahun 2027, ditarget bisa di atas 25 orang guru besar dari berbagai latar belakang akademis.
“Pengukuhan pasangan suami-istri ini akan menjadi motivasi tersendiri. Kerjanya penuh dengan suasana bahagia, saling suport, Harapannya ini bisa mempercepat kariernya. UMP memang memungkinkan suami-istri berkarir di sini,” katanya.
Pasanagan tersebut saat masuk UMP masih sendiri-sendiri. Mereka bertemu jodoh sama-sama saat menjadi dosen di UMP.
Diakui rektor, kiprah akademis maupun kelembagaan mereka selama ini dinilai sangat bagus. Prof Sri Wahyuni, katanya, menerapkan ilmunya di tim audit anggaran, sebagai kepala audit mutu internal UMP. Begitu pula Prof Puji, dengan disiplin ilmu di Pertanian Agrobisnis, banyak kiprah akademis yang ditorehkan.
“Tidak mungkin jadi profesor kalau tidak berkiprah, yakni melakukan penelitian-penelitian dan pengabdian. Ini tinggal kita manfaatkan untuk kepentingan publik, seperti pemikirannya dan aksi di masyarakat,” ujarnya.
Prof Puji menututrkan, menjadi dosen di Fakultas Pertanian dan Perikanan UMP sejak tahun 1995, dan tidak membayangkan bisa meraih sampai guru besar. Ia meraih gelar doktor Ilmu Pertanian dari UGM tahun 2013.
Untuk mencapai guru besar ini, ia meneliti soal kelembagan kampungan dan agrobisnis kelompok tani. Pasalnya, kelembagaan seperti ini belum banyak dimiliki para petani di Indonesia. Ini, kata dia, menjadi hal yang urgen dalam pembangunan pertanian di Tanah Air.
“Tak kebayang bisa meraih ini (guru besar). Saya bersama istri meniti karir bersama di UMP, tapi saya masuk duluan,” kenangnya.
Prof Sri Wahyuni menambahkan, setelah berjodoh di UMP, mereka lalu melanjutkan studi S2 dan S3 bersamaan. Saat pengajuan guru besar, SK juga keluar dalam waktu bersamaan.
“Waktu S2 dan S3 juga bareng, alhamdulillah keluar SK juga bersamaan, ini karunia Allah yang luar biasa. Terharu sekali bisa mencapai seperti ini,” tutur ibu tiga anak ini, ditemui sebelum pengukuhan.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis menceritakan, untuk mencapai karier tertinggi akademisi ini, mereka saling mendukung dan berkompetisi dalam keilmuan. bahkan kadang berdebat.***
Suaramerdeka


